Pinjaman Online Syariah

Kelebihan Dan Kekurangan Pinjaman Online Syariah yang Harus Diketahui

Posted on 30 views

Pinjaman online syariah – Apabila mendengar kata dengan embel-embel syariah, pastinya terlintas di pikiran bahwa transaksi tersebut dikhususkan untuk pemeluk agama Islam. Ya, memang pinjaman online syariah bebas dari unsur riba sebagaimana transaksi syariah lainnya. Transaksi yang bebas riba merupakan angin segar bagi umat Islam.

selain kelemahan pinjaman online kamu juga dapat mempelajari tentang Pinjaman Online Tanpa Jaminan.

Perbedaan Pinjaman Syariah dan Konvensional Secara Online

Selama ini, jenis pinjaman online banyak dilakukan dengan basis konvensional. Keduanya hanya berbeda dari sistem yang diterapkannya. Pinjaman online berbasis syariah berbeda dengan pinjaman online secara konvensional dari segi sistem yang diterapkan.

Pinjaman konvensional masih menerapkan sistem bunga, dimana hal tersebut hal yang dilarang bahkan diharamkan untuk pinjaman berbasis syariah yang dilakukan secara online. Maka dari itu, banyak umat Islam yang memilih pinjaman online berbasis syariah karena dinilai lebih baik dilakukan oleh umat Islam, karena menggunakan sistem yang bebas riba.

Riba adalah hal yang diharamkan oleh pemeluk agama Islam. Maka dari itu, pinjaman online yang berbasis syariah menjadi sebuah solusi akan mendapatkan prinsip pinjam meminjam uang yang halal. Walau tidak menutup kemungkinan, agama lain pun berhak untuk mengajukan pinjaman berbasis syariah tersebut, sehingga semua bisa merasakan manfaatnya.

Kelebihan Pinjaman Online Syariah

Kelebihan Pinjaman Online Syariah

Seperti yang digadang-gadang, pinjaman jenis ini memiliki banyak kelebihan yang membuat banyak orang tertarik. Berikut beberapa di antaranya:

1. Bebas Riba

Salah satu kelebihan pinjaman online syariah adalah bebas unsur riba. Riba merupakan hal yang haram dilakukan oleh pemeluk agama Islam. Maka dari itu, kelebihan tersebut merupakan salah satu peluang bagi umat Islam untuk melakukan pinjaman.

2. Tak Hanya Bagi Muslim

Walaupun dikhususkan untuk pemeluk agama Islam, bukan berarti agama lain tidak boleh mengajukan pinjaman online syariah. Pasalnya, ada kelebihan lainnya yang bisa didapatkan dengan mengajukan pinjaman online berbasis syariah walaupun bukan oleh agama Islam. Khususnya untuk pendanaan pada bidang properti.

Selama pengajuan kredit disetujui oleh pihak platform penyedia pinjaman online berbasis syariah, terlepas dari agama pun bisa mendapatkan manfaat pinjaman berbasis syariah yang dilakukan secara online. Tim Analis Kredit dari pihak platform penyedia pinjaman berbasis online akan menilai kelayakan pemohon untuk diberikan kredit.

3. Pembayaran yang Fleksibel

Walaupun pinjaman online berbasis syariah lebih dikhususkan untuk pemeluk agama Islam, namun ternyata di luar negeri banyak non muslim yang mengajukan pinjaman online berbasis syariah. Hal tersebut dikarenakan waktu pembayaran yang lebih fleksibel. Pemohon bisa menentukan sendiri besarnya pengembalian atas pinjaman yang dilakukan.

Dengan kelebihan tersebut, tidak dikhususkan untuk pemeluk agama Islam. Agama lain pun bisa mengajukan pinjaman online berbasis syariah selama pengajuan aplikasi pinjamannya disetujui oleh tim analis kredit penyedia platform pinjaman online berbasis syariah tersebut.

4. Tidak Berlaku Sistem Bunga

Dengan tidak adanya bunga yang dibebankan, membuat pihak yang mengajukan pinjaman tidak terlalu terjerat akan bunga yang tinggi, yang dirasa memberatkan. Pemohon pinjaman hanya akan dibebankan prinsip uang jasa atau ijarah, yang besarnya pengembalian berdasarkan prinsip tersebut dikembalikan lagi kepada kemampuan nasabah.

Kekurangan Pinjaman Online Berbasis Syariah

Kekurangan Pinjaman Online Berbasis Syariah

Di samping kelebihan, ternyata masih terdapat kekurangan pinjaman online syariah. Berikut beberapa di antaranya:

1. Belum Ada Lembaga Pengawas

Salah satu kekurangannya adalah belum ada lembaga seperti OJK yang mengawasi dengan ketat transaksi pinjam meminjam secara online berbasis syariah. OJK lebih fokus pada pinjaman konvensional, sehingga prinsip ijarah yang diterapkan masih dianggap tabu.

Di Indonesia sendiri, belum ada lembaga yang concern mengawasi transaksi syariah secara online. Dengan demikian, sistem yang diberlakukannya pun masih campur aduk dengan sistem pinjaman online konvensional. Itulah sebabnya, masih banyak umat Islam yang meragukan akan keabsahan transaksi syariah melalui pinjaman online tersebut.

2. Kredit Tenor Jangka Pendek

Pinjaman online berbasis syariah masih diperuntukkan untuk kredit dengan tenor jangka pendek. Maka dari itu, banyak yang mengajukan pinjaman untuk kepentingan yang bersifat mendesak seperti untuk menyambung kekurangan biaya per bulan. Yang mana, waktu pelunasannya maksimal 1 bulan.